Point to Point Film Tenggelamnya Kapan Van Der Wijck

20140104-144827.jpg

Ternyata Bulan Pertama di 2014 itu adalah Januari. Gila. Keren. Kok bisa-bisanya sama dengan 2013!

Yeay! Ini update-an pertama di tahun 2014 ini, tahun yang katanya "tahun habisnya koruptor indonesia"

Akhir Tahun 2013 kemarin, film Indonesia makin menunjukkan kemajuannya dalam karya-karyanya. Misalnya film TKVDW ini.

Kemarin sempet-sempetin nonton film ini saat akhir tahun, sebenernya bukan sempet-sempetin tapi emang lagi nggak ada kerjaan aja saat tahun baruan. Filmnya begitu asik, filmnya begitu rapih, sampai akhirnya aku nulis point-point penting saat nonton film ini:

  • Entah memang berlebihan atau memang seperti itu, tapi menurutku efek bluescreen di awal-awal filmnya terlalu lebay. Bikin mata ini silau menontonya, kesan alaminya juga terlalu dibuat-buat.
  • Ada beberapa pengambilan gambarnya yang kurang profesional, gambarnya bergetar. misalnya saat di zoom out rumahnya si Tuan Shabir dari Atas, mungkin take gambar dari helikoper kali ya.
  • Penggunaan kamera yang kualitas rendah, misalnya saat pengambilan gambar balapan kuda. kamera merekam gerakan kaki kuda dari tanah, itu gambarnya kayak VGA berbanding MegaPixel, gambarnya pecah & sangat bergetar.
  • Perpaduan Timelapse nya juga kurang asik. nggak tau timelapse itu apa? coba searching di yutub "Timelapse". contoh timelapse di film TKVDW, pergerakan awan yang cepat tapi gambarnya kurang bagus, kualitas kamera atau editing kali ya.
  • Sebagai Penonton, Aku nggak tau kenapa Kapalnya tenggelam, tiba-tiba petugas kapal langsung menemkbakkan Peluru Pertolongan, dan kapal tenggelam sudah. Penonton harus tau, ini karena ombak besar, atau menabrak karang, atau kehabisan bensin, atau entahlah.

Mungkin itu beberapa yang kurang asik di film ini, tapi beberapa point yang keren :

  • Pevita pearce aktingnya asik sekali, apalagi saat dalam air. amazing sekali lah pokoknya.
  • Perpindahan antar scene juga apik.
  • Mix & Matchnya kerenlah. misalnya Asap Rokok Aziz yang tiba-tiba jadi Asap rokok datuknya Hayati. Atau Saat Tuan Shabir difoto saat launching opera-nya dan tiba difoto dirumahnya sendiri. dan itu keren! pindahannya rapih sekali.
  • btw, yang lukis foto hayati siapa ya?

Pokoknya film ini, baguslah. Banyak sih sebenernya yang bisa dituliskan. Tapi kalo kebanyakan nanti ini dikirain soktau. tapi memang sih.

sekedar saran, buat cowok yang gampang nangis nonton film sedih, jangan nonton sama pacar kalo nggak mau ketahuan. film ini bisa bikin kamu menangis.

Menurutmu, adegan atau bagian favorit dalam film ini apa? tuliskan di kolom komentar ya.

salam susu. salam betina.

Mow! Mow! Mow!

2 comments

  1. Yunita Dwi Saputri

    Saya paling suka ketika depan perapian, dialong antara zainuddin dan hayati. Omg, zainuddin menunjukkan kemarahan yang sangat natural menurut saya.

    Thanks mow!