Marmut Merah Jambu : Film Nostalgia Cinta Raditya Dika

This slideshow requires JavaScript.

Marmut Merah Jambu, semua orang tahu-lah ada apa dengan 3 kata itu. 3 kata yang jika dipisah-pisah akan memiliki makna yang sangat beda-beda dan simpel. Tapi saat digabungkan untuk menjadi sebuah judul buku dan akhirnya sekarang menjadi sebuah film yang rilis 8 Mei kemarin itu, memiliki makna yang dalam.

Screen Shot 2014-05-10 at 11.05.46 AM

Cinta itu kayak Marmut Merah Jambu,

Berlari dan Berjalan di sebuah roda yang seakan-akan sudah menjalani perjalanan yang panjang, tapi kenyataannya tidak kemana-mana. Hanya disitu!

Ya kira-kira seperti itu penggambaran film Raditya Dika  sebagai debut pertamanya. Kalimat itu memang sangat mirip dengan lirik OST MMJ yang dinyanyikan oleh The Nelwans, ya karena memang dari lirik-liriknya saya membuat kalimat diatas itu :

Gimana udah dengar OST-nya? lucu kan, iya OSTnya dinyanyikan oleh pemain yang berperan sebagai Dika Kecil dan 2 kakak perempuannya.

 

Film MMJ udah adalah film komedi lokal yang pernah saya nonton, komedinya fresh dan bukan sekadar jokes-jokes stand up comedy-an yang lagi happening akhir-akhir ini. Radit membuat alur ceritanya sangat apik dan sangat menggugah nafsu ketawa orang untuk ketawa lebih frontal. Jadi gini aja deh, beberapa poin soal film yang diangkat dari buku kelima Dika.

 

Komedinya Segar

Iya, komedinya segar, jadi penikmat komedi yang selama ini sudah menonton atau mendengar berbagai jenis komedi, saat menonton ini saya yakin kamu masih bisa tertawa lepas sama seperti kamu membaca buku-buku radityadika ataupun saat dia talkshow.

 

Kualitas

Kalau soal kualitas, kayaknya ini adalah film Indonesia komedi yang kulitas pembuatannya menarik, dari segi penggunaan kamera yang terus konsisten menggunakan kualitas oke punya, sampai penataan musik yang sungguh apik yang membuat kamu harus menontonnya dengan pacar, mantan ataupun cinta pertama kamu.

 

Pemain

Nah, kalau ini adalah komposisi yang kurang baik menurut saya, walaupun film ini bertabur nama-nama besar, misalnya :

cameomeo

Yang menjadi komposisi yang nggak asik adalah, pemeran Dika kecil yang keliatan masih bocah banget dan kakak kelasnya yang ceritanya cuma beda 1 atau 2 tahun tapi tampangnya udah mahasiswa pasca sarjana. Masa BenaKribo jadi kakak kelasnya Christ.

Screen Shot 2014-05-10 at 11.06.37 AM

Screen Shot 2014-05-10 at 11.07.01 AM

 

Screen Shot 2014-05-10 at 11.21.06 AM

 

Sudah kepanjangan kali ya. Intinya sih film ini adalah film dari buku Raditya Dika yang terbaik.

 

Udahan ya.
Salam susu. Salam betina.
Mow! Mow! Mow!