EH Makassar: Solusi Sampah Plastik di Pantai Plasik

Screen Shot 2014-03-12 at 10.53.12 PM

Mow, mow, mow!

Buat warga Makassar pastinya tau dong ya kawasan Car Free Day (CFD)?

Itu tuh kawasan bebas kendaraan bermotor di sepanjang Jalan Penghibur, dan itu merupakan salah satu usaha pemerintah kota menekan emisi gas CO2 dan penyediaan ruang aktivitas publik di Kota Makassar. Tapi, ternyata solusi pemerintah tersebut malah membuat masalah baru lagi. Ternyata hal tersebut menimbulkan dampak lingkungan baru di kawasan anjungan. Anjungan menjadi sangat kotor dengan sampah yang bertebaran hingga sampah yg overloaded dimana-mana.

DSC_0105

Padahal kan, kebersihan itu sebagian dari iman. Nah, beberapa waktu yang lalu teman-teman Mow dari EH Makassar mengadakan sebuah riset di daerah CFD tersebut dan hasilnya membuat Mow agak sedikit shock. Apa sih hasil riset-nya?

1. Ketersediaan tempat sampah di dalam kawasan anjungan & trotoar masih sangat minim, kalaupun tersedia kondisinya sudah rusak atau tidak layak.
2. Rata-rata kesadaran masyarakat untuk membuang sampah pada tempatnya masih kurang.
3. Rata-rata pedagang meninggalkan sampahnya atau tidak membersihkan lokasi tempat mereka menggelar dagangannya. Tujuh belas dari dua puluh responden pedagang yang dimintai keterangan mengenai sampah yang ada disekitar dagangan mereka menjawab akan ada yang membersihkan lokasi tersebut (tiga sisanya menjawab bahwa karena sulitnya menemukan tempat sampah yang bisa dengan mudah dijangkau oleh mereka).
4. Letak tempat sampah yang kurang strategis mengakibatkan pengunjung CFD membuang sampah mereka sembarangan. Tempat sampah rata-rata hanya tersedia di dalam anjungan dan jumlahnya sangat terbatas.
5. Pengangkutan pada bak-bak sampah dikawasan CFD kurang cepat. Pada awal dimulainya CFD, ditemukan beberapa tempat sampah yang sudah overloaded. Bahkan di Anjungan Pantai Losari terdapat satu container sampah  yang sudah berhari-hari tidak terangkut.
6. Sampah saat CFD berlangsung didominasi oleh sampah plastik, pembungkus makanan, dan brosur-brosur yang dibagikan.
7. Kuantitas sampah yang dihasilkan dari aksi #PlastikTakAsik dan Riset tersebut adalah :
– 23 Februari 2014 : 30,5 kg* (dengan rincian sampah plastik (TPA) seberat 26,5 kg, sampah daur ulang seberat 3 kg, dan sampah kertas, tissue kering seberat 1 kg).
– 2 Maret 2014    :  9,5 kg (dengan rincian sampah plastik (TPA) seberat 8,0 kg, sampah daur ulang seberat 1 kg, dan sampah kertas tissue kering seberat 0,5 kg).

Whattt??? Ngebaca poin ke-7 rasanya Mow mau pingsan. Plastik itu kan benda yang sangat ringan, tapi kalo berat sampah plastiknya aja 26 kg, kebayang gak sih seberapa banyak sampahnya? Itu sampah yang dihasilkan dalam sehari, gimana kalo berhari-hari coba?

Nah, mengingat hasil riset tersebut, tentu saja teman-teman dari EH Makassar juga memikirkan solusinya :
1. Diharapkan adanya pengaturan kembali regulasi pengelolaan CFD Losari kaitannya tentang penataan kembali pedagang di sepanjang anjungan.
2. Pemerintah kota dapat mengajak pihak korporasi untuk bekerja sama dalam pengadaan tempat sampah, baik itu di sepanjang trotoar Jalan Penghibur maupun didalam anjungan.
3. Pengangkutan sampah sebaiknya dilakukan secara rutin.

 

DSC_0271

DSC_0311

IMG_2229 photo by aldy

foto:Dokumen EH Makassar

Tuh, kreatif banget kan teman-teman Mow dari Earth Hour Makassar?
Yuk jaga kebersihan kota kita dengan membuang sampah pada tempatnya! Mow aja kalo habis ngerumput gak pernah buang pup sembarangan, masa kamu gak bisa?


Salam susu, salam betina.
Mow, mow, mow!