Ide cerita berulang FTV

urlHalo kalian yang suka pantengin tivi di pagi hari dan tengah malam hanya untuk nungguin FTV ,udah berapa judul FTV yang kamu nonton? Percaya gak kalo sudah 731 judul FTV yang di produksi di indonesia sampai sekarang? Gak? Memang cuman nebak kok, hiihihi,

Kembali ke pertanyaan awal, udah berapa banyak judul FTV yang kamu nonton? Banyak yah? Pokoknya gak terhitung lagi deh, yang kalian tidak sadari adalah walaupun judul-judul FTV berbeda, sebenarnya mereka selalu memakai konsep yang berulang, sisa ganti judul aja,

BEAUTY AND THE BEAST

Untuk konsep beauty and the beast biasanya akan menempatkan 2 pemain utama dalam kondisi fisik yang bedaaaaa banget, pada konsep ini si cowo/cewe yang awalnya jelek, dekil, item, cupu, culun, kacamata tebal, (paling ekstrim ada tompel kayak besar bola bisbol di pipinya) tonggos, rambutnya apek, giginya kuning, matanya keluar, mulutnya berbusa-busa *kok jadi horor yah? Pada akhir cerita berubah jadi cakep, dan si lawan main pun jatuh cinta kepada, and they live happily ever after.

SI MISKIN DAN SI KAYA

Banyak juga versi dari konsep si miskin dan si kaya, seperti majikan dan pembantu, dosen dengan mahasiswa, guru dengan murid, atasan dengan bawahan, bawahan dengan tengahan, eh. Yang jelas pada konsep ini ditempatkan 2 pemain utama dalam strata yang berbeda, harta, jabatan, status sosial. Yang pada akhir cerita, 2 pemain utama yang jelas beda dalam hal-hal tertentu, dipersatukan oleh kekuatan cinta, uuhh co cwiiitt (alay dikit), contoh judul : “Miss Dosen Dan Mr Mahasiswa Abadi”, “Pembantu Cantik itu Pacarku”, “Papi, mami & Tukang Kebun” “Tukang Ojek Naik Pangkat”

PENJUAL MAKANAN

Nah konsep yang satu ini menempatkan 1 pemeran utama sebagai penjual makanan, gak ada, gak ada yang penjual batu nisan, yah ceritanya pasti ada hubungan dengan satu jenis makanan, jengkol misalnya, kedua pemeran utama ketemu karena ibu dari pemeran laki-laki suka banget jengkol, kebetulan penjual jengkolnya cantik, nah udah, panjang cerita, akhirnya mereka di satukan dalam mahligai pernikahan, aseepppppp, kam makan!!! Sisa ganti jenis makanannya, jadi deh satu episode FTV, contoh judul : “Cinta Wedang Ronde”, ” cinta dalam sekotak martabak manis”, “cinta dalam sebungkus kerak telor”, “Tukang Mie Ayam Seganteng Brad Pitt” “pacarku tukang susu (TUKANG SUSU!!!!!!! Ambigu banget)”

CINTA LOKASI

Mungkin ini konsep yang paling banyak digunakan pada FTV  indonesia, pasti sudah tau alur ceritanya kan? Salah satu pemeran utama datang ke sebuah daerah (biasanya kampung dan tempat wisata) disinilah dia bertemu dengan lawan mainnya yang akhir ceritanya bisa banget di prediksi, betul!! Mereka jatuh cinta, kemudian nikah, punya anak, anaknya gede, jatuh cinta di lokasi juga, kemudian anaknya pun menikah juga dengan cinlok nya, punya anak juga, sudah gede, liburan, cinlok, nikah, punya anak (terusinn sendiri sampai 7 turunan), contoh judulnye “Sepenggal Cinta di pelosok Jogja”,  “Membawa Cinta dari Merapi”, “Cintaku di Tanah Abang”, “Pangeran Cinta dari Negeri Awan (mungkin yang dimaksud adalah sung go kong)”, “Lost in Solo”

Nah kan? Sisa ganti judul, poles sana dikit, ubah sini dikit, jadi deh satu cerita yang bisa dimuat dalam konsep FTV, tapi dari semua judul, ada satu judul yang menurut mow PATUT DIPERTANYAKAN, judulnya “WAGINA BICARA” KENAPA?? Kamu harus dewasa dulu untuk ngerti, hihihi, atau kamu harus salah baca dulu, atau kamu harus sengaja mengganti huruf awal dari judul diatas

Well, terlepas dari berulangnya konsep cerita FTV, gue kira FTV sudah punya tempat tersendiri dari para penikmat tayangan tivi, lumayanlah buat menghemat uang dan waktu nonton di bioskop, lumayan kalo dibandingin dengan nonton sinetron stripping yang gak mau abis-abis episodenya.

 salam susu salam betina, mow! mow! mow!