Jangan jadi dokter

JANGAN JADI DOKTER
Aku pengen jadi dokter!

Kira-kira itu jawaban yang sering diberikan oleh anak-anak ketika ditanya mengenai cita-citanya. Mungkin kamu yang lagi ngebaca ini, adalah salah satu yang memberikan jawaban itu dulu. Bahkan tidak sedikit yang rela mengeluarkan uang hingga ratusan juta hanya untuk bisa mendapatkan predikat “Mahasiswa Kedokteran”.

Pertanyaannya sekarang, kenapa sih banyak banget yang pengen jadi dokter? Ada yang alasannya mulia banget pengen bisa nyembuhin orang sakit, ada juga yang punya niat terselubung pengen punya duit banyak. Tapi, sebenernya jadi dokter itu SUSAH BANGET, Artikel ini bukan berarti melarang kamu jadi dokter, tapi jadi dokter tidak segampang membalikkan balikpapan, ya iyalah.

1. Kaya Raya
Eh, siapa bilang jadi dokter itu kaya raya? Mungkin dia kaya, karena memang keturunan orang kaya. Bapaknya juragan minyak, ibunya punya butik terkenal, ya jelas aja kaya. Kalo pengen kaya dengan jadi dokter, mending gak usah deh. Gaji dokter umum itu sama dengan PNS biasa kok. Kalo mau cepet kaya, mending jadi pengusaha aja.

2. Perjalanan Panjang
Jadi dokter itu gak instan. Butuh perjuangan dan tenaga ekstra besar. Bayangin aja kuliahnya 5-6 tahun bahkan ada yang sampe 8 tahun. Temen-temen SMA udah pada kerja, punya istri cantik atau suami cakep, bayi lucu, rumah sendiri, eh kamunya masih stuck disitu aja. Kuliah, jaga di RS, kurang tidur, disuruh belajar terus, dan belum punya penghasilan. Trus pas udah jadi dokter belum boleh praktek sendiri dulu, masih harus mengabdi 1 tahun dengan gaji sejuta lebih dikit di pedalaman. Jadi yang niat jadi dokter, mikir ulang deh. pacaran sama dokter itu mirip-mirip LDR, hehehe

3. Terancam Sakit
Tiap hari seorang dokter pasti berhadapan dengan orang yang sakit. Mulai dari yang cuma pilek biasa sampe yang hepatitis atau HIV. Bisa dibayangin kan seberapa besar resiko tertular yang harus ditanggung seorang dokter?

4. Mal-praktik
Gak sedikit dokter sekarang ini yang terjerat hukum pidana. Kenapa? Sekarang ketika seorang dokter melakukan sebuah tindakan medis kepada pasiennya dan hasilnya tidak sesuai harapan langsung dikatakan mal-praktik dan kemudian dituntut untuk membayar sejumlah uang. Padahal si dokter telah melakukan sesuai prosedur dan tingkat keahliannya. Sebenernya, ketika seorang dokter dikatakan melakukan mal-praktik, adalah ketika dia melakukan kelalaian dan tidak bertindak sesuai dengan SOP. Yah, tapi mau gimana lagi, udah resiko pekerjaan.

5. Jauh dari Keluarga
Nah, ini poin pentingnya. Ketika kita menjadi dokter, kita harus siap jarang bertemu dengan keluarga tercinta. Harus siap lebih sering di rumah sakit daripada di rumah sendiri. Harus siap terjaga hampir tiap malam. Harus siap di hujani pertanyaan seputar “kapan merit?” untuk yang belum nikah dan “Kapan punya anak?” untuk yang udah nikah. Harus siap berhadapan dengan keluarga pasien yang rese dan sukanya marah-marah mulu. Sukur, kalo keluarga pasien ada yang cakep, kali aja dijodohin trus dinikahin gara-gara si dokter gak laku-laku karena kelamaan mendekam di rumah sakit. Hhehehe…..

Tuh, banyak kan yang harus dipertimbangkan sebelum jadi dokter? Kalo cuma pengen punya duit banyak dan keren di mata orang gak harus jadi dokter kok. Kata seorang temen yang kuliah di kedokteran sih biasanya dia slalu gatel pengen neriakin mabanya  “RUUUUUNNNNNN…..SAVE YOUR LIFE!”. Agak lebay sih, tapi kan semua orang punya pilihan. Milih untuk jadi apapun yang dia mau. Milih apapun yang dia suka. Well, sebagai penutup, jadi dokter itu keren tapi ngejalaninnya yang susah. :)

7 comments

  1. Pingback: Hal-Hal yang Terjadi Kalo Dokter ber-Demo : BRO BRO BRO

  2. Pingback: Tips Memilih Jurusan setelah Lulus SMA | sapiperjaka.com